Negeri Larangan
Dikirim Renungan pada April 11, 2008 oleh DMPada zaman Orde Baru, soal larangan tidak saja mencapai tingkat kuantitas, namun juga masuk ke dalam ranah kualitas. Pemerintah saat itu bisa dengan mudah melarang serta memerintahkan menarik sebuah buku yang telah beredar hanya karena tidak sesuai dengan selera pemerintah yang sedang berkuasa.
Bagaimana seorang penyair mesti menyetorkan sejumlah sajaknya kepada pihak kepolisian untuk diseleksi terlebih dahulu: bakal naskah sajak mana saja yang boleh dibacakan di depan publik pada acara pembacaan sajak.
Kebebasan berpendapat, berserikat, serta berkumpul diatur dan diawasi secara ketat, baik bentuk, warna, serta muaranya. Organisasi ditentukan, partai diciutkan, cara pandang serta olah pikir diseragamkan. Penyelenggara negara menentukan betul bagaimana atmosfir sebuah negara disesuaikan dengan selera penguasa.



